Satu peta data faktual berbasis basis data relasional Kabupaten Situbondo: memadukan realisasi distribusi nyata 118.521 Penerima Manfaat, verifikasi ketat 59 dapur dalam pipa persiapan, dinamika akselerasi peluncuran, dan proyeksi logistik bahan baku dapur harian.
Persebaran 108 SPPG di seluruh kecamatan Kabupaten Situbondo. Evaluasi disparitas menunjukkan konsentrasi dapur operasional di koridor kota dan timur, sementara wilayah pedalaman barat masih memerlukan intervensi percepatan infrastruktur.
Evaluasi kinerja penyaluran dari 46 SPPG yang telah mencatatkan data distribusi riil. Rata-rata beban per unit mencapai 2.576 PM atau 85,9% dari batas kapasitas operasional ideal (3.000 PM per dapur).
| ID SPPG | Nama Unit SPPG | Kecamatan | Kepala SPPG | KPM Real | PM Real | % Kapasitas |
|---|
Audit fisik terhadap 59 unit SPPG dalam tahap persiapan. Verifikasi oleh Koordinator Kecamatan (Korcam) menemukan bahwa lebih dari separuh (55,9%) belum memenuhi standar kelayakan, termasuk temuan kritis titik koordinat fiktif.
Sebanyak 33 dapur dinyatakan tidak layak karena ketidaksesuaian tata letak standar higienitas pangan (HACCP), keterbatasan pasokan air bersih, atau progres fisik yang terhenti tanpa kejelasan mitra pelaksana.
Audit lapangan menemukan 6 titik usulan SPPG berstatus "Lokasi Tidak Ditemukan" dengan keterangan resmi Korcam "Fiktif" atau berupa lahan kosong/sawah tanpa aktivitas pembangunan. Data ini menandai red flag integritas pengajuan mitra.
Pertumbuhan kumulatif pembukaan dapur dari peluncuran perdana pada 24 Juni 2025 hingga ekspansi Mei 2026. Laju peluncuran mencapai puncaknya pada Oktober 2025 dan Februari 2026.
Perhitungan kebutuhan bahan makanan pokok harian berdasarkan standar gramasi resmi BGN Situbondo (Master Menu) dikalikan dengan jumlah Penerima Manfaat riil. Bandingkan skala pasokan saat ini dengan target kapasitas penuh 108 SPPG.